Wisata Pulau Pari

Pulau Pari memiliki luas sekitar 40-an hektare merupakan salah satu Pulau yang berada di kabupaten Kepulauan Seribu yang menyuguhkan keindahan alam nan exotic dan alami. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di pulau yang menyajikan panorama pantai berpasir putih ini diperlukan perjalanan laut selama kurang-lebih satu setengah jam dari  daratan Jakarta.

Memiliki sejuta keindahan pesona alam dan cerita – cerita menarik dari masyarakat setempat mitos dan sejarah terkadang sulit dipisahkan karena minimnya pengetahuan orang-orang terdahulu yang hanya notabene hidup sebagai pelaut atau nelayan saja. Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari dapat meredahkan rasa lelah di dada semilir angin sepoi – sepoi menjadi teman the manis hangat saat tiba disambut dengan Welcome Drink.

Penginapan di Pulau Pari

Pulau Pari menyajikan penginapan rumah penduduk yang disewakan atau di sebut dengan Homestay bukan hotel bangunannya rata – rata hampir sama dari setiap penginapan yang ada di Pulau Pari yang membedakan adalah letak atau posisi penginapan misalnya ada yang berada di tepi pantai yang biasanya sering dipilih oleh kebanyakan pengunjung, ada juga yang berada di sebelah tengah pemukiman. Bagi anda yang ingin menyewa penginapan di tepi pantai maka harus pesan atau booking terlebih dahulu paling lambat 1 bulan sebelum berkunjung.

Wisata Pulau Pari, anda akan dijamu dengan panorama pantai yang dijuluki penduduk setempat biasa disebut dengan nama Pantai Pasir Perawan. Hamparan pasir yang halus bisa dinikmati saat berkunjung ke pantai ini. Warna pasir yang putih bersih sangat memberikan rasa nyaman bagi kaki Anda saat bersentuhan dengan pasir di pantai yang belum banyak terlihat dan terjamah oleh khalayak ramai.

Mitos yang beredar di Masyarakat Pulau Pari tentang Pemberian nama Pantai Pasir Perawan ini pun tak terlepas dari sebuah dongeng rakyat Pulau Pari. Konon dahulu kala ada seorang anak gadis remaja yang jatuh cinta kepada seorang nelayan di Pulau Pari. Keduanya menjalin kisah cinta dengan rasa bahagia. Namun ketika tiba saatnya bagi si nelayan untuk pergi melaut, dengan berat hati pun si gadis merelakan untuk berpisah kepada pujaan hatiny.

Lama tak datang Nelayan pujaan hati selalu dirindukan. Sang gadis yang setia menunggu selalu menanti kekasihnya di pantai yang ada di Pulau Pari hingga akhir hidupnya. Sehingga masyarakat setempat memberi nama pantai ini dengan sebutan Pantai Pasir Perawan.

Pantai yang dihiasi dengan pohon mangrove sebagai pertahanan abrasi pantai ini dapat kunjungi dengan cara menaiki sampan (perahu kecil) yang tersedia di tepi pantai. Pengalaman unik manaiki sampan kecil sambil mengelilingi hutan mangrove akan menjadi pengalaman manis saat berkunjung ke pulau Pari.

© 2015: Jejak Pulau Seribu